Showing posts with label Hadis - hadis pilihan. Show all posts
Showing posts with label Hadis - hadis pilihan. Show all posts

Monday, August 16, 2010

Surah Dan Ayat-ayat yang Utama

Di antara yang dituntut dan dianjurkan ialah membaca surah-surah dan ayat-ayat yang disebut oleh beberapa Hadis Nabi saw tentang keutamaannya, dan dikhususkan ganjaran yang besar terhadap orang yang melazimkan diri untuk membacanya pada setengah-setengah waktu.

Di antaranya:

SURAH AL KAHFI

Membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumaat dan malamnya. Tersebut di dalam sebuah Hadis: "Siapa yang membacanya (surah Al-Kahfi), niscaya diampunkan dosanya hingga ke hari Jumaat yang hadapan dan dipancarkan cahaya dari tumitnya menjulang ke atas langit.


SURAH AL-BAQARAH

Di dalam suatu riwayat dikatakan: "Rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah, tidak diduduki syaitan sampai 3 hari."


SURAH YASIN

Bersabda Rasulallah saw: "Yasin itu hatinya Al-Quran, tiada seseorang yang membacanya dengan niat menujukan dirinya kepada Allah dan Hari Akhirat, melainkan diampunkan Allah dosanya."

Di dalam riwayat yang lain, Rasullallah saw bersabda: " Siapa yang membacanya(Yasin) sama seperti membaca Al-Quran sebanyak 10 kali."


SURAH AL MULK

Bersabda Rasulallah saw: " Ia adalah surah yang mengandungi berbagai manfaat dan menyelamatkan manusia dari azab kubur."

Riwayat yang lain lagi: Bahawasanya surah Tabarak(Al-Mulk) itu tersemat di hati setiap Mu'min dan bahawasanya ia pernah memohon syafaat kepada seorang lalu diampunkan dosanya. Diberitakan daripada Jabir r.a berbunyi: Bahawa Rasulallah saw tidak akan tidur melainkan setelah membaca surah Alif-Lam Mim Tanzilul-Kitab (As-Sajdah) dan surah Tabarak(Al-Mulk) pada setiap malam.


SURAH AL DUKHAN

Bersabda Rasullallah saw: "Siapa yang membaca surah Ad-Dukhan pada malam hari, niscaya ia diampunkan Tuhan pada waktu paginya."


SURAH AL WAQIAH

Rasulallah saw bersabda: "Barangsiapa membaca surah Al-Waqiah pada setiap malam tidak akan ditimpa kepapaan."


SURAH IDZA-ZULZILATIL-ARDHU (AZ-ZILZAL)

Daripada Abu Hurairah r.a bahawasanya Nabi saw telah berkata: "Barangsiapa membaca pada malam hari surah Idza Zulzilatil-Ardhu)Az-Zilzal), maka akan diberikan pahala baginya seperti membaca setengah Al-Quran."


SURAH ALHAAKUMUT - TAKATSUR

Baginda bersabda: "Siapa yang membacanya, sama seperti membaca 1000 ayat."


SURAH AL IKHLAS

Baginda bersabda: "Sesungguhnya surah ini menyamai sepertiga Al-Quran dan siapa yang membacanya 10 kali, dibina baginya suatu istana di dalam Syurga."

Adalah dianjurkan supaya kita membaca surah Al-Ikhlash ini sebanyak 10 kali, sesudah habis tiap-tiap sembahyang. Begitu pula pada setiap pagi dan petang dan ketika hendak tidur.


SURAH AL FATIHAH

Nabi saw bersabda pula:"Sesungguhnya ia adalah surah yang amat utama di dalam Al-Quran. Ia dikenal sebagai Sab'ul-matsani(tujuh ayat yang mengandungi rahsia utama) dan ia juga dikenal sebagai Al-Quran yang Maha Agung".


AYAT KURSI

Ia adalah penghulu segala ayat-ayat al-Quran dan sesiapa yang membacanya sesudah setiap sembahyang fardhu, tidak akan terhalang antaranya dengan masuk Syurga kecuali mati saja. Dan sesiapa yang membacanya sebelum tidur tidak akan diganggu oleh syaitan hingga ia bangun pagi.


PENUTUP SURAH AL BAQARAH

Ada sebuah riwayat yang menyebut: "Bahawa sesiapa yang membaca 2 ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada setiap malam niscaya ia akan dicukupiNya."

Berkata nabi saw: "Ajarkanlah kedua ayat itu kepada isteri dan anak-anak kamu kerana kedua ayat itu adalah sebagai shalat, bacaan Al-Quran dan doa."

**(Sumber dari buku (1)Nasihat Agama dan Wasiat Iman (2)Kumpulan Doa dan Zikir- Imam Nawawi )

Sumber & Kredit : http://pkasih.blogspot.com



Saturday, August 14, 2010

JAGA TUJUH SUNNAH NABI S.A.W


Tanggal Penulisan March 15, 2007 | Kategori IBADAH

Kiriman : Bpk. Martha Bachtiar

nabawi.jpgCerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama, Tahajjud
karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga, jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Keempat, jaga shalat Dhuha
karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

Kelima, jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam, jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat.

Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya.

“Dzikir merupakan makanan rohani yang paling bergizi,” katanya, dan dengan dzikir berbagai kejahatan seperti narkoba, KKN, dan lainnya dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat hewani yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

Oleh : HM Arifin Ilham

Fitur Tulisan

SUMBER & KREDIT : http://alhakim-bsd.com

Sunday, August 8, 2010

Tidur sebelum melakukan solat

Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Jika mengantuk salah seorang dari kamu dalam mengerjakan shalat hendaklah ia tidur sehingga hilang rasa kantuknya. Sesungguhnya jika seseorang mengerjakan shalat dengan mengantuk, jangan-jangan ia akan membaca istighfar lalu mengigau mengumpat dirinya sendiri.”
(Bukhari – Muslim)

Berdoalah ....

Dari Sahl bin Hanif bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa meminta mati syahid kepada Allah dengan jujur, pasti akan Allah sampaikan ia ke tingkat para syuhada sekalipun mati di atas tempat tidur.”
(Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Hak kewajiban seorang muslim

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Hak kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam. Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi undangan. Kelima mendo’akan orang yang bersin.”
(Muttafaq ‘Alaih)

Berjuanglah kamu...

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Allah tertawa melihat dua orang yang telah bunuh membunuh dan keduanya masuk surga. Seorang pejuang berjuang di jalan Allah (Fisabilillah) lalu terbunuh kemudian yang membunuh masuk Islam dan ikut berjihad Fisabilillah sehingga mati syahid terbunh pula.”
(Bukhari – Muslim)

Berlaku baiklah insan ...

Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Terjadi di masa dahulu sebelum kamu, tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam di dalam gua. Tiba-tiba ketika mereka sedang berada di dalam gua itu, ada sebuah batu besar yang jatuh dari atas bukit dan menutup pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar. Maka berkatalah mereka,

“Sungguh tidakada yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini, kecuali jika kalian bertawassul kepada Allah dengan amal-amal shalehyang pernah kalian lakukan dahulu.” Maka seorang dari mereka berdoa,

“Ya Allah, dahulu saya mempunyaiayah dan ibu dan sudah menjadi kebiasaanku tidak memberi minuman susu kepada seorangpun sebelum keduanya (ayah dan ibu), baik kepada keluargaku atau kepada hamba sahaya. Maka pada suatu hari saya agak jauh menggembala ternak sehingga saya terlambat tidak kembali kepada keduanya hingga malam hari dan ketika itu ayah bundaku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya segan untuk membangunkan keduanya tetapi saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum ayah bundaku. Maka saya tunggu keduanya hingga terbit fajar lalu bangunlah keduanya dan minum susu yang saya perahkan itu. Padahal malam itu anak-anakku juga menangis meminta susu itu di dekat kakiku. Ya Allah, jika saya lakukan itu benar-benar karena mengharapkan keridhaan-Mu maka lepaskanlah kami dari kesulitan ini. Maka bergeserlah batu itu sedikit hanya saja mereka belum dapat keluar dari gua tersebut.

Lalu orang yang kedua berdoa, “Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada anak gadis pamanku. Karena cinta kasihku saya selalu merayu dan ingin berzina dengannya tetapi ia selalu menolak hingga terjadilah pada suatu saat ia menderita kelaparan dan datang minta bantuan kepadaku. Maka saya berikan padanya uang seratus dua puluh dinar dengan janji bahwa ia akan menyerahkan kegadisannya kepadaku malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada di antara kedua kakinya tiba-tiba ia berkata, “Takutlah kepada Allah dan jangan engkau pecahkan tutup kecuali dengan cara yang halal. Maka saya segera bangun daripadanya padahal saya masih menginginkannya dan saya tinggalkan dinar emas yang telah saya berikan kepadanya itu. Ya Allah, bila saya berbuat itu semata-mata karenamengharapkan keridhaan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini.” Maka bergeserlah batu itu sedikit tetapi mereka belum juga dapat keluar daripadanya.

Lalu berdoalah orang yang ketiga, “Ya Allah, saya dahulu menjadi majikan yang mempunyai banyak buruh dan pegawai. Pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu, tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu lalu segera pergi dan meninggalkan upahnya terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya perniagakan upah itu hingga bertambah dan berbuah menjadi harta kekayaan yang banyak. Kemudian setelah berselang waktu cukup lama, buruh itu datang kembali dan berkata, “Hai hamba Allah berikan kepadaku upahku yang dahulu itu.”Aku menjawab, “Semua kekayaan di depanmu yang berupa unta, lembu, kambing dan budak penggembalanya itu adalah upahmu.” Orang itu berkata, “Hai hamba Allah, janganlah engkau mengolok-olokkan aku.” Aku menjawab, “Aku tidak mengolok-olokkan kamu.” Maka diambilnya semua yang saya sebutkan itu dan tidak ditinggalkan seekor pun daripadanya. “Ya Allah, jika saya berbuat itu karena mengharapkan keridhaan-Mu maka bebaskanlah kami dari kesempitan ini.” Tiba-tiba batu itupun bergeser lagi sehingga mereka dapat keluar dengan selamat.”
(Bukhari – Muslim)